<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Selamat datang di Jappari!</title>
	<atom:link href="http://jappari.wordpress.com/2007/12/03/hello-world/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jappari.wordpress.com/2007/12/03/hello-world/</link>
	<description>Indonesian Tourism Education Network</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 12:54:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Umar</title>
		<link>http://jappari.wordpress.com/2007/12/03/hello-world/#comment-26</link>
		<dc:creator>Umar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 12:37:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-26</guid>
		<description>Sedikit Informasi berkenan dengan hasil ; 

1) Claim Tarian Pendet melalui Menteri Pariwisata Bapak Jero Wacik, protes dari sebagian masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Bali khususnya termasuk juga adanya sweeping yang dilakukan oleh salah satu partai BDR. 

2) Berita tentang keberhasilan Menteri Pariwisata Indonesia Bapak Jero Wacik atas hasil kerja nya selama menjabat yang dimuat di Newsletter TTG Asia terbit 18-24 September 2009 ( edisi No 1590 ) yang ditulis oleh seorang editor bernama Mimi Hudoyo.

&gt; Point 1 + 2 Sebagai berikut ;

1) CLAIM TARIAN PENDET BALI
Kasus ini mestinya tidak perlu dibuat hingga tidak akan terjadi effect kepada Industry Pariwisata Indonesia, yaitu ; ada nya pembatalan tourist-tourist Malaysia yang akan berdatangan ke Indonesia melalui pintu masuk ; Jakarta, Bandung, Bali, Jogja, Solo, Surabaya dsbnya. 

Menurut berita para wisatawan-2 Malaysia tersebut mulai September - hingga December 2009 nanti sudah beralih tujuan wisata mereka ke beberapa negara, seperti ; Thailand, China, Australia dan South Korea.  Mereka membatalkan kunjungan ke Indonesia dikarenakan adanya sweeping dan melihat di TV para pen-demo dengan bertuliskan yang membuat mereka ketakutan akibat dari hasil peristiwa Tarian Pendet salah satunya.

Indonesia secara geografis, kaya akan budaya dan objek wisata yang sangat bervariasi, sudah terjual secara langsung melalui mata para wisatawan-2 seluruh dunia tanpa harus membuat promosi secara besar atau kecil oleh Pemerintah sekarang ini. 

Pariwisata Indonesia sudah berjalan dengan baik mulai tahun 1980. Pada tahun tersebut hingga tahun 1998 ( sebelum krisis ) hampir wisatawan dari seluruh negara di dunia ini telah berkunjung ke pulau Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Ambon, NTB, NTT, Jayapura ( Irian Jaya ), kalau boleh dibilang saat itu ; Industry Pariwisata Indonesia booming, Indonesia Primadona destinasi atau Indonesia Priority destinasi. 

Hampir semua perusahan Travel Agent Indonesia mendapatkan hasilnya yang terimbas juga kesemua usaha Industry Pariwisata lainnya, seperti ; Hotel, Restaurant, Toko Souvenirs, Toko Batik, Tour Guide yang professional sesuai bahasa yang mereka kuasai, Transportasi Udara-laut dan darat. Dan pada saat itu pihak-pihak ini telah berkerja dengan keras, tanggung jawab, professional dan dapat berkeja sama dengan baik dan fair play. 

Tiada henti hentinya mereka membuat observasi, pengembangan tujuan objek wisata, masukan atau saran kepada pihak Pemerintah untuk masa masa yang akan datang, standard services atau pelayanan yang diterapkan, menciptakan program secara terkoneksi diantara pulau-pulau tersebut, mengundang para operator travel agent diseluruh dunia untuk melihat langsung budaya, objek wisata, hotel serta yang bersangkutan dengan Industry Pariwisata, mengikuti event-event ( Exhibition / Pameran Wisata ) di Eropa barat &amp; timur, Asia, Australia dan America, melakukan sales trip ke negara-negara tersebut. 

Maka sekarang ini dapat dilihat dan dirasakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui Industry Pariwisata sejak tahun tersebut, seperti ; pemasukan devisa yang luar biasa, terjaring nya investor-2, banyaknya hotel &amp; restaurant yang dibangun, berdirinya sekolah-2 Pariwisata &amp; Perhotelan serta menciptakan tenaga kerja yang nyata. 

Ini semua terjadi karena hasil daripada orang-orang dunia Pariwisata pada tahun tersebut. Mereka mereka telah membuat kepercayaan,  tanggung jawab dan loyalitas yang sangat tinggi pada Industri Pariwisata Indonesia saat itu.  

Memang telah terjadi kemorosotan atau berkurangnya jumlah kunjungan tourist-tourist negara tersebut ke Indonesia selepas semenjak krisis 1999 - hingga 2001. Diantara tahun tahun inilah terjadinya kemorosotan dalam ber business Pariwisata di Indonesia, yaitu mulainya ; perang harga atau promosi discount oleh pihak hotel2, airlines, Travel Agent hingga Tour Guide, PHK terjadi dimana mana, dsbnya. Maka tidak heran akan terjadi suatu tindakan &quot;Not Fair Play&quot; diantara mereka, kadang akidah dalam berbusiness menipis, apapun dibuat yang penting dapat menghasilkan pemasukan. Mereka berbuat demikian bukan semata-mata untuk keuntungan meski kecil, tapi untuk agar Industri Pariwisata Indonesia tetap exist ( berjalan )dan kebutuhan hidup mereka tentunya berlanjut, mereka berusaha mencari jalan keluar sekuat tenaga dan pikiran karena tidak ada pihak manapun yang dapat menolong mereka kalau bukan menolong sendiri. 

Pada peristiwa 11 September ambruknya gedung WTC di Amerika, timbul kembali kehidupan pariwisata Indonesia yaitu adanya kedatangan wisatawan-2 dari negara Timur Tengah. 

Effect daripada peristiwa 11 September telah menjadi Industry Pariwisata Indonesia sebagai kunjungan prioritas negara Timur Tengah tersebut termasuk negara Malaysia sebagai tujuannya. 

Hampir selama 2 tahun kawasan hotel khususnya di Jakarta mulai dari bintang 2,3,4,5, hingga apartement tingkat huniannya terisi oleh wisatwan-2 Timur Tengah tersebut. Wisatawan-2 Timur Tengah tersebut telah mengeluarkan dan membelanjakan dengan menggunakan mata uang US Dollar dan Riyal di Indonesia dengan sangat fantastis. Mereka datang ke Indonesia tanpa adanya campur tangan Pemerintah yaitu dalam hal promosi, mereka tidak banyak tahu soal pariwisata Indonesia dan hanya beberapa perusahaan Travel Agent di Jakarta yang mendapatkan pasar ini.  Nampak para supir taxi atau mobil rental di jakarta khusunya sudah fasih berbahasa Arab termasuk pelayan restaurant, pihak dan karyawan hotel yang selalu berhadapan dengan mereka sehari-harinya. Nampak para supir taxi atau mobil rental di jakarta khusunya sudah fasih berbahasa Arab termasuk pelayan restaurant, pihak dan karyawan hotel yang selalu berhadapan dengan mereka sehari-harinya.

Malaysia melihat prospek yang sangat baik sebagai pemasukan devisa, semua pelayanan untuk menyambut tourist2 Timur Tengah ditata dengan baik mulai dari nol. 

Tahun-tahun sebelum kejadian 11 September negara Malaysia membangun semua infrastruktur jalan, toll, hotel dsbnya yang menyangkut dengan Industry Pariwisata. Hampir sebahagian tenaga pekerja laki-laki yang dipakai dalam membangun infrastruktur tersebut adalah menggunakan tenaga kerja warga negara Indonesia dan ribuan jumlahnya, ditambah tenaga kerja wanita yang diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga, karena sang majikan mau berkerja di kantor yang usahanya berhubungan dengan pembangunan Industry Pariwisata, termasuk tenaga kerja yang diperlukan di ladang kelapa sawit. 

Dalam membangun infrastruktur tersebut Malaysia memerlukan modal tentunya, maka modal tersebut didapatkan dari hasil sebahagian dari export kelapa sawit. Tanpa hasil kelapa sawit mungkin Malaysia tidak cukup modal untuk membangun infrastruktur tersebut termasuk tidak dapat membayar gaji tenaga kerja Indonesia. Semua ini atas peranan Malaysia dalam rencana membangun Industri Pariwisata nya yang effectnya Indonesia mendapatkan devisa melalui tenaga kerja tersebut. Alhasil hampir semua usaha Travel Agent di Malaysia hidup dan berjalan dengan baik. 

Kembali ke Indonesia ;  
Kemudian Indonesia dilanjutkan dengan peristiwa, seperti ; bom, Flu burung, banjir, H1N1, sweeping dan terakhir gempa bumi. Dari peristiwa-peristiwa ini tentu ada pengurangan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Disini tidak perlu berbicara soal ; bom, Flu burung, banjir, H1NI1 dan gempa bumi, bicara hanya soal sweeping saja.

Pertanyaannya sekarang ialah ; 
kenapa harus membuat sweeping kepada warga atau wisatawan-2 dari negara Malaysia...? apakah mereka atau para wisawatan-2 itu yang membuat kesalahan...?, 

Lalu kenapa yang membuat sweeping itu dari partai….? atau ada permainan tingkat atas dibalik peristiwa ini yang sama sekali pihak lain hingga tidak mengetahuinya...? kalaupun ada maka dunia business pariwisata ini mungkin telah menjadi suatu komoditi permainan tingkat tinggi. Yang dimaksud kata ada disini ialah ; dapat mengatur &amp; terencana dalam pembagian pasar demi kepentingan pribadi. Atau apakah Indonesia sudah tidak membutuhkan usaha Industri Pariwisata...?

Mungkin juga ada yang mengatakan ; terlalu berlebihan dalam menyikapi persoalan ini dan tidak bijak, sebab seluruh masyarakat dunia sudah tahu dan paham bahwa itu memang milik budaya negara Indonesia. Dan kalau mau claim pun tidak perlu dengan sweeping, marah dsbnya. Malah ada yang berkata lain ; semua budaya itu kan diciptakan dari Tuhan yang di-insipirasikan ke manusia sebagai mahkluknya berdasarkan warna dan negara masing masing melalui pengaturannya.


2) KEBERHASILAN BAPAK MENTERI PARIWISATA JERO WACIK
Seperti kita ketahui bahwa Bapak Menteri Jero Wacik sudah akan berakhir masa jabatannya sebagai Menteri Pariwisata Indonesia dan akan berlanjut menjadi anggota DPR terpilih.

Semasa bertugas biasanya dan akan terjadwal adanya pertemuan-pertemuan internal diantara Menteri Pariwisata se Asia &amp; Pacific yang tentunya berbicara mengenai ; apa yang harus dibuat untuk negara kita masing-2...? dan apabila akan mendekati berakhir masa jabatan tentunya akan berbicara ; apa yang harus kita perbuat...?

Kalau dilihat dari tulisan diatas ( point 1 ) keberhasilan Bapak Menteri Pariwisata Jero Wacik yang dimuat dalam newsletter TTG tersebut rasanya ter-inspirasi oleh para pendahulunya yaitu para orang-orang dunia wisata sebelumnya, artinya keberhasilan itu hanya bersifat meneruskan, menambahkan atau memperbaiki sesuai kondisi saat menjabat Menteri Pariwisata. Alasan ter-inspirasi ini kadang diperlukan, tapi perlu dicatat bahwa semua pihak-pihak Industry Pariwisata Indonesia itu sudah berjalan dengan sendirinya. Termasuk bagaimana peranan pihak penerbangan swasta yang sudah cukup banyak jumlahnya membuat harga tiket penerbangan yang dapat dijangkau oleh warga Indonesia sesuai tingkatan ekonominya keseluruh pelosok Indonesia. 

Maksud dengan sendirinya disini ialah karena semua pihak Industri Pariwisata memang telah berkerja secara sendiri berkat pengalaman dalam dunia pariwisata termasuk keuletan mereka dalam berusaha dengan modal/biaya sendiri. Mereka mereka inilah yang mencari pasar tourist-2 dan mempromosikan pariwisata Indonesia melalui keikutsertaan mengikuti pameran wisata di luar negeri untuk mendapatkan/menghasilkan devisa secara. 

Peranan seluruh media sangat diharapkan dalam mengungkapkan berita secara benar dan fakta agar informasi yang didapatkan melalui media akan menjadi pelajaran penting bagi masyarakat secara luas dan khususnya untuk para orang orang yang berkecimpung didalam usaha Industry Pariwisata. Media jangan digunakan untuk sebagai alat kepentingan pribadi.

Perkembangan wisata di Bali hingga sekarang ini sebanarnya tidak terlepas peranan daripada usaha-usaha Travel Agent yang berada diluar Bali. Artinya pada tahun tahun terdahulu kedatangan wisatawan mancanegara maupun domestik yang berlibur ke Bali atas dukungan dan peranan dari pihak Travel Agent yang berada di luar Bali. Peranan mereka cukup besar. Entah mereka ada dimana sekarang ini dan entah bagaimana keberadaan kehidupan mereka saat ini. 

Tapi jangan lupa memang ada juga pihak Pemerintah Pariwisata Daerah membuat promosi dan juga mengikuti beberapa pameran wisata diluar negeri dengan membuka beberapa stand dan beberapa stand itu diberikan secara gratis pada pihak-2 Travel Agent dan hotel-hotel dari sebahagian wilayah Indonesia yang ingin mengikutinya. Tapi biasanya yang nampak yang mendapatkan gratis tersebut tidak ada perubahan dari pengikutnya, artinya tidak dibuat rotasi/ diberi secara bergantian kepada Travel Agent dan hotel-2 lainnya, sebab ada juga yang mau mendapatkan gratis, hanya saja tidak diberi kesempatan secara &quot;fair play&quot;

Demikian dan terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit Informasi berkenan dengan hasil ; </p>
<p>1) Claim Tarian Pendet melalui Menteri Pariwisata Bapak Jero Wacik, protes dari sebagian masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Bali khususnya termasuk juga adanya sweeping yang dilakukan oleh salah satu partai BDR. </p>
<p>2) Berita tentang keberhasilan Menteri Pariwisata Indonesia Bapak Jero Wacik atas hasil kerja nya selama menjabat yang dimuat di Newsletter TTG Asia terbit 18-24 September 2009 ( edisi No 1590 ) yang ditulis oleh seorang editor bernama Mimi Hudoyo.</p>
<p>&gt; Point 1 + 2 Sebagai berikut ;</p>
<p>1) CLAIM TARIAN PENDET BALI<br />
Kasus ini mestinya tidak perlu dibuat hingga tidak akan terjadi effect kepada Industry Pariwisata Indonesia, yaitu ; ada nya pembatalan tourist-tourist Malaysia yang akan berdatangan ke Indonesia melalui pintu masuk ; Jakarta, Bandung, Bali, Jogja, Solo, Surabaya dsbnya. </p>
<p>Menurut berita para wisatawan-2 Malaysia tersebut mulai September &#8211; hingga December 2009 nanti sudah beralih tujuan wisata mereka ke beberapa negara, seperti ; Thailand, China, Australia dan South Korea.  Mereka membatalkan kunjungan ke Indonesia dikarenakan adanya sweeping dan melihat di TV para pen-demo dengan bertuliskan yang membuat mereka ketakutan akibat dari hasil peristiwa Tarian Pendet salah satunya.</p>
<p>Indonesia secara geografis, kaya akan budaya dan objek wisata yang sangat bervariasi, sudah terjual secara langsung melalui mata para wisatawan-2 seluruh dunia tanpa harus membuat promosi secara besar atau kecil oleh Pemerintah sekarang ini. </p>
<p>Pariwisata Indonesia sudah berjalan dengan baik mulai tahun 1980. Pada tahun tersebut hingga tahun 1998 ( sebelum krisis ) hampir wisatawan dari seluruh negara di dunia ini telah berkunjung ke pulau Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Ambon, NTB, NTT, Jayapura ( Irian Jaya ), kalau boleh dibilang saat itu ; Industry Pariwisata Indonesia booming, Indonesia Primadona destinasi atau Indonesia Priority destinasi. </p>
<p>Hampir semua perusahan Travel Agent Indonesia mendapatkan hasilnya yang terimbas juga kesemua usaha Industry Pariwisata lainnya, seperti ; Hotel, Restaurant, Toko Souvenirs, Toko Batik, Tour Guide yang professional sesuai bahasa yang mereka kuasai, Transportasi Udara-laut dan darat. Dan pada saat itu pihak-pihak ini telah berkerja dengan keras, tanggung jawab, professional dan dapat berkeja sama dengan baik dan fair play. </p>
<p>Tiada henti hentinya mereka membuat observasi, pengembangan tujuan objek wisata, masukan atau saran kepada pihak Pemerintah untuk masa masa yang akan datang, standard services atau pelayanan yang diterapkan, menciptakan program secara terkoneksi diantara pulau-pulau tersebut, mengundang para operator travel agent diseluruh dunia untuk melihat langsung budaya, objek wisata, hotel serta yang bersangkutan dengan Industry Pariwisata, mengikuti event-event ( Exhibition / Pameran Wisata ) di Eropa barat &amp; timur, Asia, Australia dan America, melakukan sales trip ke negara-negara tersebut. </p>
<p>Maka sekarang ini dapat dilihat dan dirasakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui Industry Pariwisata sejak tahun tersebut, seperti ; pemasukan devisa yang luar biasa, terjaring nya investor-2, banyaknya hotel &amp; restaurant yang dibangun, berdirinya sekolah-2 Pariwisata &amp; Perhotelan serta menciptakan tenaga kerja yang nyata. </p>
<p>Ini semua terjadi karena hasil daripada orang-orang dunia Pariwisata pada tahun tersebut. Mereka mereka telah membuat kepercayaan,  tanggung jawab dan loyalitas yang sangat tinggi pada Industri Pariwisata Indonesia saat itu.  </p>
<p>Memang telah terjadi kemorosotan atau berkurangnya jumlah kunjungan tourist-tourist negara tersebut ke Indonesia selepas semenjak krisis 1999 &#8211; hingga 2001. Diantara tahun tahun inilah terjadinya kemorosotan dalam ber business Pariwisata di Indonesia, yaitu mulainya ; perang harga atau promosi discount oleh pihak hotel2, airlines, Travel Agent hingga Tour Guide, PHK terjadi dimana mana, dsbnya. Maka tidak heran akan terjadi suatu tindakan &#8220;Not Fair Play&#8221; diantara mereka, kadang akidah dalam berbusiness menipis, apapun dibuat yang penting dapat menghasilkan pemasukan. Mereka berbuat demikian bukan semata-mata untuk keuntungan meski kecil, tapi untuk agar Industri Pariwisata Indonesia tetap exist ( berjalan )dan kebutuhan hidup mereka tentunya berlanjut, mereka berusaha mencari jalan keluar sekuat tenaga dan pikiran karena tidak ada pihak manapun yang dapat menolong mereka kalau bukan menolong sendiri. </p>
<p>Pada peristiwa 11 September ambruknya gedung WTC di Amerika, timbul kembali kehidupan pariwisata Indonesia yaitu adanya kedatangan wisatawan-2 dari negara Timur Tengah. </p>
<p>Effect daripada peristiwa 11 September telah menjadi Industry Pariwisata Indonesia sebagai kunjungan prioritas negara Timur Tengah tersebut termasuk negara Malaysia sebagai tujuannya. </p>
<p>Hampir selama 2 tahun kawasan hotel khususnya di Jakarta mulai dari bintang 2,3,4,5, hingga apartement tingkat huniannya terisi oleh wisatwan-2 Timur Tengah tersebut. Wisatawan-2 Timur Tengah tersebut telah mengeluarkan dan membelanjakan dengan menggunakan mata uang US Dollar dan Riyal di Indonesia dengan sangat fantastis. Mereka datang ke Indonesia tanpa adanya campur tangan Pemerintah yaitu dalam hal promosi, mereka tidak banyak tahu soal pariwisata Indonesia dan hanya beberapa perusahaan Travel Agent di Jakarta yang mendapatkan pasar ini.  Nampak para supir taxi atau mobil rental di jakarta khusunya sudah fasih berbahasa Arab termasuk pelayan restaurant, pihak dan karyawan hotel yang selalu berhadapan dengan mereka sehari-harinya. Nampak para supir taxi atau mobil rental di jakarta khusunya sudah fasih berbahasa Arab termasuk pelayan restaurant, pihak dan karyawan hotel yang selalu berhadapan dengan mereka sehari-harinya.</p>
<p>Malaysia melihat prospek yang sangat baik sebagai pemasukan devisa, semua pelayanan untuk menyambut tourist2 Timur Tengah ditata dengan baik mulai dari nol. </p>
<p>Tahun-tahun sebelum kejadian 11 September negara Malaysia membangun semua infrastruktur jalan, toll, hotel dsbnya yang menyangkut dengan Industry Pariwisata. Hampir sebahagian tenaga pekerja laki-laki yang dipakai dalam membangun infrastruktur tersebut adalah menggunakan tenaga kerja warga negara Indonesia dan ribuan jumlahnya, ditambah tenaga kerja wanita yang diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga, karena sang majikan mau berkerja di kantor yang usahanya berhubungan dengan pembangunan Industry Pariwisata, termasuk tenaga kerja yang diperlukan di ladang kelapa sawit. </p>
<p>Dalam membangun infrastruktur tersebut Malaysia memerlukan modal tentunya, maka modal tersebut didapatkan dari hasil sebahagian dari export kelapa sawit. Tanpa hasil kelapa sawit mungkin Malaysia tidak cukup modal untuk membangun infrastruktur tersebut termasuk tidak dapat membayar gaji tenaga kerja Indonesia. Semua ini atas peranan Malaysia dalam rencana membangun Industri Pariwisata nya yang effectnya Indonesia mendapatkan devisa melalui tenaga kerja tersebut. Alhasil hampir semua usaha Travel Agent di Malaysia hidup dan berjalan dengan baik. </p>
<p>Kembali ke Indonesia ;<br />
Kemudian Indonesia dilanjutkan dengan peristiwa, seperti ; bom, Flu burung, banjir, H1N1, sweeping dan terakhir gempa bumi. Dari peristiwa-peristiwa ini tentu ada pengurangan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.</p>
<p>Disini tidak perlu berbicara soal ; bom, Flu burung, banjir, H1NI1 dan gempa bumi, bicara hanya soal sweeping saja.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang ialah ;<br />
kenapa harus membuat sweeping kepada warga atau wisatawan-2 dari negara Malaysia&#8230;? apakah mereka atau para wisawatan-2 itu yang membuat kesalahan&#8230;?, </p>
<p>Lalu kenapa yang membuat sweeping itu dari partai….? atau ada permainan tingkat atas dibalik peristiwa ini yang sama sekali pihak lain hingga tidak mengetahuinya&#8230;? kalaupun ada maka dunia business pariwisata ini mungkin telah menjadi suatu komoditi permainan tingkat tinggi. Yang dimaksud kata ada disini ialah ; dapat mengatur &amp; terencana dalam pembagian pasar demi kepentingan pribadi. Atau apakah Indonesia sudah tidak membutuhkan usaha Industri Pariwisata&#8230;?</p>
<p>Mungkin juga ada yang mengatakan ; terlalu berlebihan dalam menyikapi persoalan ini dan tidak bijak, sebab seluruh masyarakat dunia sudah tahu dan paham bahwa itu memang milik budaya negara Indonesia. Dan kalau mau claim pun tidak perlu dengan sweeping, marah dsbnya. Malah ada yang berkata lain ; semua budaya itu kan diciptakan dari Tuhan yang di-insipirasikan ke manusia sebagai mahkluknya berdasarkan warna dan negara masing masing melalui pengaturannya.</p>
<p>2) KEBERHASILAN BAPAK MENTERI PARIWISATA JERO WACIK<br />
Seperti kita ketahui bahwa Bapak Menteri Jero Wacik sudah akan berakhir masa jabatannya sebagai Menteri Pariwisata Indonesia dan akan berlanjut menjadi anggota DPR terpilih.</p>
<p>Semasa bertugas biasanya dan akan terjadwal adanya pertemuan-pertemuan internal diantara Menteri Pariwisata se Asia &amp; Pacific yang tentunya berbicara mengenai ; apa yang harus dibuat untuk negara kita masing-2&#8230;? dan apabila akan mendekati berakhir masa jabatan tentunya akan berbicara ; apa yang harus kita perbuat&#8230;?</p>
<p>Kalau dilihat dari tulisan diatas ( point 1 ) keberhasilan Bapak Menteri Pariwisata Jero Wacik yang dimuat dalam newsletter TTG tersebut rasanya ter-inspirasi oleh para pendahulunya yaitu para orang-orang dunia wisata sebelumnya, artinya keberhasilan itu hanya bersifat meneruskan, menambahkan atau memperbaiki sesuai kondisi saat menjabat Menteri Pariwisata. Alasan ter-inspirasi ini kadang diperlukan, tapi perlu dicatat bahwa semua pihak-pihak Industry Pariwisata Indonesia itu sudah berjalan dengan sendirinya. Termasuk bagaimana peranan pihak penerbangan swasta yang sudah cukup banyak jumlahnya membuat harga tiket penerbangan yang dapat dijangkau oleh warga Indonesia sesuai tingkatan ekonominya keseluruh pelosok Indonesia. </p>
<p>Maksud dengan sendirinya disini ialah karena semua pihak Industri Pariwisata memang telah berkerja secara sendiri berkat pengalaman dalam dunia pariwisata termasuk keuletan mereka dalam berusaha dengan modal/biaya sendiri. Mereka mereka inilah yang mencari pasar tourist-2 dan mempromosikan pariwisata Indonesia melalui keikutsertaan mengikuti pameran wisata di luar negeri untuk mendapatkan/menghasilkan devisa secara. </p>
<p>Peranan seluruh media sangat diharapkan dalam mengungkapkan berita secara benar dan fakta agar informasi yang didapatkan melalui media akan menjadi pelajaran penting bagi masyarakat secara luas dan khususnya untuk para orang orang yang berkecimpung didalam usaha Industry Pariwisata. Media jangan digunakan untuk sebagai alat kepentingan pribadi.</p>
<p>Perkembangan wisata di Bali hingga sekarang ini sebanarnya tidak terlepas peranan daripada usaha-usaha Travel Agent yang berada diluar Bali. Artinya pada tahun tahun terdahulu kedatangan wisatawan mancanegara maupun domestik yang berlibur ke Bali atas dukungan dan peranan dari pihak Travel Agent yang berada di luar Bali. Peranan mereka cukup besar. Entah mereka ada dimana sekarang ini dan entah bagaimana keberadaan kehidupan mereka saat ini. </p>
<p>Tapi jangan lupa memang ada juga pihak Pemerintah Pariwisata Daerah membuat promosi dan juga mengikuti beberapa pameran wisata diluar negeri dengan membuka beberapa stand dan beberapa stand itu diberikan secara gratis pada pihak-2 Travel Agent dan hotel-hotel dari sebahagian wilayah Indonesia yang ingin mengikutinya. Tapi biasanya yang nampak yang mendapatkan gratis tersebut tidak ada perubahan dari pengikutnya, artinya tidak dibuat rotasi/ diberi secara bergantian kepada Travel Agent dan hotel-2 lainnya, sebab ada juga yang mau mendapatkan gratis, hanya saja tidak diberi kesempatan secara &#8220;fair play&#8221;</p>
<p>Demikian dan terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
